Sragen (Humas) — Kamis (11/06), Madrasah Aliyah Negeri 1 Sragen menggelar kegiatan In House Training (IHT) Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru dalam Pendampingan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Siswa bertempat di madrasah. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dimulai Rabu pagi dan diikuti oleh seluruh guru pengampu mapel TKA sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesiapan dalam mendampingi peserta didik menghadapi TKA.

Kegiatan diawali dengan seremonial pembukaan yang berlangsung khidmat. Acara diawali dengan sambutan Kepala MAN 1 Sragen, dilanjutkan pembinaan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, H. Fatchur Rohman, M.Pd.I. Rangkaian pembukaan juga diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, dan penutupan seremonial sebelum memasuki sesi inti pelatihan.
Dalam arahannya, H. Fatchur Rohman menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi berbagai perubahan kebijakan pendidikan, termasuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam mempersiapkan peserta didik agar mampu menghadapi asesmen secara optimal.
“Guru harus terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan sistem evaluasi pendidikan. Melalui kegiatan ini saya berharap para guru mampu memahami karakteristik TKA secara mendalam sehingga dapat memberikan pendampingan yang tepat kepada siswa,” ujar H. Fatchur Rohman di hadapan peserta IHT.
Memasuki kegiatan inti hari pertama, peserta mendapatkan materi dari Tim Neutron yang membahas konsep dasar Tes Kemampuan Akademik secara umum. Selain menjelaskan tujuan dan ruang lingkup TKA, pemateri juga mengulas berbagai karakteristik soal yang kemungkinan diujikan serta strategi pembelajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa.
Tidak hanya menerima teori, para guru juga diajak mengikuti simulasi penyusunan soal TKA. Dalam sesi tersebut peserta berlatih merancang butir soal yang sesuai dengan indikator kemampuan yang diukur dalam TKA. Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi dan praktik yang melibatkan seluruh peserta.

Pada hari kedua, materi disampaikan oleh Dr. Sawitri, S.Pd., M.Pd., guru SMAN 7 Surakarta yang juga dikenal sebagai penulis di Erlangga serta anggota tim nasional penyusun soal TKA. Dalam paparannya, Sawitri memberikan wawasan mendalam mengenai konstruksi soal TKA, teknik penyusunan soal berkualitas, serta strategi pembelajaran yang dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
“Tes Kemampuan Akademik bukan sekadar mengukur hafalan, tetapi mengukur kemampuan bernalar, menganalisis, dan memecahkan masalah. Oleh karena itu, pembelajaran di kelas harus diarahkan pada penguatan kompetensi tersebut agar siswa siap menghadapi berbagai tantangan akademik,” ungkap Dr. Sawitri. Melalui kegiatan IHT ini, MAN 1 Sragen berharap seluruh guru semakin siap memberikan pendampingan yang efektif sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil capaian akademik siswa pada pelaksanaan TKA mendatang. (aw/sbs)
More Stories
MAN 1 Sragen Sukses Amankan Trofi Runner-Up di Aksara Futsal Competition 2026
Diklat Videography MAN 1 Sragen Tingkatkan Kompetensi Publikasi di Era Digital
Monev Kanwil Kemenag Jateng di MAN 1 Sragen: Prospek Gedung PHTC Jadi Katalisator Kemajuan Ruang Belajar