Sragen – MAN 1 Sragen menggelar sebuah kegiatan istimewa bertajuk “Diklat Pembelajaran Mendalam: Relevansi Pendekatan Deep Learning Pada Kurikulum Cinta di Madrasah”. Kegiatan ini dihelat dengan semangat memadukan antara penguatan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai luhur cinta dalam pendidikan. Diklat ini menjadi bukti komitmen MAN 1 Sragen dalam memajukan mutu pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga membangun karakter siswa melalui nilai cinta, kasih sayang, dan kemanusiaan dalam bingkai pendidikan Islam. (Sabtu, 28/06/2025).
Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para guru tentang bagaimana penerapan konsep deep learning dapat berjalan seiring dengan internalisasi kurikulum cinta yang kini tengah diutamakan madrasah. Dengan demikian, para guru diharapkan mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang menstimulasi proses berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills) sekaligus menumbuhkan empati, toleransi, dan semangat persaudaraan di kalangan peserta didik. Hal ini menjadi sangat relevan dengan tantangan zaman yang menuntut madrasah tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga berhati mulia.

Kegiatan inti diklat berlangsung khidmat dan antusias. Acara diawali dengan sambutan Kepala MAN 1 Sragen, Windrati, S.Pd.,M.Pd yang menekankan pentingnya memadukan pendekatan pedagogi mutakhir dengan nilai-nilai spiritual dan afektif dalam proses pembelajaran. Sambutan berikutnya oleh Dra. Amin Sarwati, M.Pd selaku pengawas madrasah di Kabupaten Sragen. Kemudian, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber pertama yakni Prof. Dr. Endang Fauziati, M.Hum (Guru Besar FKIP UMS). Pemaparan materi melalui zoom dengan Prof. Islah, M.Ag (Direktur Pasca Sarjana UIN Raden Mas Said Surakarta), serta penyampaian materi oleh Dr. Kuswahyuningsih, M.Pd (Pembina Utama Muda MAN Sukoharjo) yang secara menyeluruh menguraikan bagaimana teknik deep learning seperti pembelajaran berbasis proyek, inkuiri mendalam, dan diskusi reflektif dapat menyatu dengan penguatan kurikulum cinta. Para peserta juga diajak melakukan simulasi pembelajaran kolaboratif yang mengintegrasikan teknologi, problem solving, dan pembiasaan nilai cinta kasih dalam setiap skenario pembelajaran.
Suasana diskusi dan workshop tampak hidup. Para guru dengan penuh antusias bertanya serta saling berbagi pengalaman dalam menerapkan metode pembelajaran yang tidak hanya “dalam” secara intelektual, tetapi juga “dalam” secara emosional dan spiritual. Sejumlah guru mengungkapkan rasa syukur dapat mengikuti diklat ini karena memberikan wawasan baru tentang bagaimana pendidikan madrasah dapat menjadi ruang membina akhlak cinta, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama yang sekaligus menjawab kebutuhan zaman di era disrupsi teknologi.
Dengan terselenggaranya diklat ini, MAN 1 Sragen berharap dapat semakin memperkuat peran madrasah sebagai lembaga pendidikan yang menanamkan nilai-nilai universal cinta dan kemanusiaan, selaras dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Windrati, S.Pd., M.Pd menyampaikan pesan agar hasil dari diklat segera diimplementasikan dalam proses belajar mengajar sehari-hari, sehingga madrasah bukan hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ladang subur bagi tumbuhnya cinta kepada Allah, sesama manusia, dan alam semesta. Harapannya, generasi penerus yang lahir dari madrasah akan menjadi insan yang cerdas, berkarakter, dan membawa rahmat bagi seluruh alam. (sbs/sr).
More Stories
Monev Kanwil Kemenag Jateng di MAN 1 Sragen: Prospek Gedung PHTC Jadi Katalisator Kemajuan Ruang Belajar
MAN 1 Sragen Borong Enam Medali di Ajang OSMA Jateng 2026
MAN 1 Sragen Gelar Apel Hari Lahir Pancasila 2026, Gaungkan Semangat Persatuan dan Perdamaian Dunia