Juni 3, 2026

Apresiasi Karya Literasi, MAN 1 Sragen Berikan Penghargaan Kepada Guru

Sragen – Bertepatan dengan momentum bersejarah Hari Kebangkitan Nasional, MAN 1 Sragen resmi mengumumkan para pemenang Lomba Penulisan Antologi Guru pada Rabu (20/5). Kompetisi literasi ini sebelumnya telah dilaksanakan pada Sabtu (2/5) dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. Pengumuman yang dinantikan ini menjadi ajang pembuktian dedikasi para pendidik yang tidak hanya aktif mengajar di dalam kelas, tetapi juga piawai dalam menggoreskan ide dan gagasan kreatif lewat untaian kata. Sebanyak 82 guru pejuang literasi di lingkungan MAN 1 Sragen ikut ambil bagian dalam menuangkan pengalaman serta pemikiran terbaik mereka ke dalam bentuk tulisan.

Kegiatan yang bertajuk “Gema Pena Pendidik” ini mengusung tema yang sangat mendalam dan sarat akan makna, yaitu “Sebuah Antologi dari Sang Guru Penopang Bangsa: Menggerakan Inovasi, Menyalurkan Inspirasi, dan Menolak Tersisihkan”. Melalui tema besar tersebut, para guru ditantang untuk merefleksikan peran penting mereka sebagai pilar utama kemajuan bangsa yang senantiasa adaptif terhadap perkembangan zaman. Proses penilaian pun berlangsung dengan sangat ketat dan objektif. Dua dewan juri yang berkompeten dan sarat pengalaman di bidang literasi, yakni Siti Afiah dan Sri Sabekti, melakukan seleksi, membedah, hingga menentukan karya-karya terbaik yang berhak menyandang gelar juara dari puluhan naskah berkualitas.

Berdasarkan hasil penilaian dari dewan juri, kompetisi ini melahirkan tiga karya terbaik yang inspiratif. Juara 1 berhasil diraih oleh Wildan Syukrini’am melalui sebuah karya menyentuh hati yang berjudul “Bulir-Bulir Keikhlasan yang Bercahaya”. Sementara itu, Juara 2 diraih oleh Susilowati yang menyajikan ulasan mendalam dengan judul “Menembus Batas-Batas Mimpi di Pembelajaran Bahasa Pancaran Panca Cinta dalam Madrasah”. Melengkapi jajaran podium, juara 3 sukses disabet oleh Catur Wulandari lewat judul karya, “Ketika Bahasa Langit Dieja dengan Asyik, Saat Itulah Bahasa Arab Tak Lagi Menakutkan”.

Kepala MAN 1 Sragen, Windrati, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas antusiasme luar biasa dari para pendidik dan keberhasilan penyelenggaraan acara ini. Beliau menekankan bahwa momentum pengumuman di Hari Kebangkitan Nasional ini harus menjadi titik balik bangkitnya literasi di lingkungan madrasah. “Saya sangat bangga melihat semangat luar biasa dari bapak dan ibu guru yang telah mengukir karya nyata lewat program Gema Pena Pendidik ini. Prestasi dan tulisan yang bapak ibu hasilkan adalah bukti otentik bahwa guru-guru MAN 1 Sragen adalah pembelajar sepanjang hayat yang menolak untuk tersisihkan oleh perubahan zaman, dan siap terus menggerakkan inovasi demi masa depan anak bangsa,” ujar Windrati.

Melalui penyelenggaraan lomba penulisan antologi ini, muncul harapan besar bagi perkembangan mutu pendidikan di MAN 1 Sragen ke depan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai sebuah kompetisi musiman, melainkan mampu menjadi pemantik konsisten untuk merawat budaya literasi, riset, dan menulis di kalangan guru secara berkelanjutan. Kumpulan naskah yang dibukukan dalam antologi ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi yang luas, media bertukar inovasi pembelajaran, serta referensi berharga bagi sesama pendidik demi meningkatkan mutu pembelajaran di dalam kelas. (sr/sbs)

https://heylink.me/ace99play1st/

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

aceplay99

aceplay99

aceplay99

ace99play

ace99play

login ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

situs dewaslot88 resmi

ace99play

https://myhomesuitesquito.com/privacy_policy

ace99play

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d login

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

https://alarmtechie.com/contact-us/

aceplay99

gamespools login

gamespools

gamespools

https://smartbeautydesign.com/about-us/

slot deposit qris

dewaslot88

dewatoto88

dewaselot

torpedo99

dewatoto