Sragen – Gema semangat literasi kembali menggema di lingkungan MAN 1 Sragen melalui gelaran lomba penulisan antologi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (2/5), bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026. Lomba ini menjadi momentum reflektif sekaligus ekspresif bagi para pendidik untuk menuangkan gagasan, pengalaman, serta inspirasi mereka dalam bentuk karya tulis yang bermakna.
Mengusung tema besar “Menggerakkan Inovasi, Menyalurkan Inspirasi, dan Menolak Tersisihkan”, lomba penulisan antologi ini diikuti oleh seluruh bapak dan ibu guru MAN 1 Sragen. Partisipasi penuh dari para guru menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan budaya literasi di lingkungan madrasah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk memperkuat identitas guru sebagai agen perubahan dalam dunia pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan kebebasan memilih satu dari tiga tema yang telah ditentukan, yaitu “Benih Inovasi: Menyemai Cahaya di Ruang Kelas”, “Pelita Inspirasi: Meniti Jejak, Menggerakkan Jiwa”, dan “Cakrawala Imajinasi: Merajut Kreativitas dalam Seni Mengajar”. Ketiga tema tersebut dirancang untuk menggali berbagai sudut pandang guru dalam menghadapi dinamika pembelajaran, sekaligus mendorong lahirnya ide-ide segar yang relevan dengan perkembangan zaman.

Penilaian karya dilakukan secara objektif oleh dewan juri yang kompeten, yakni Siti Afiah dan Sri Sabekti. Kepala MAN 1 Sragen, Windrati, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap antusiasme para guru. “Melalui lomba ini, kami ingin menegaskan bahwa guru bukan hanya pengajar, tetapi juga penulis, pemikir, dan inspirator. Karya-karya ini adalah bukti bahwa guru mampu menggerakkan inovasi dan menyebarkan inspirasi melalui tulisan,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komite MAN 1 Sragen, Siti Afiah, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. “Komite sekolah sangat mendukung program ini sebagai langkah nyata meningkatkan profesionalisme pendidik. Kami berharap melalui goresan pena para guru, nilai-nilai keteladanan dapat terabadikan dan menjadi warisan literasi yang berharga bagi seluruh siswa serta keluarga besar madrasah,” tutur Siti Afiah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir sebuah karya antologi yang tidak hanya menjadi dokumentasi pemikiran para guru, tetapi juga sumber inspirasi bagi dunia pendidikan yang lebih luas. Harapan besar disematkan agar budaya menulis terus tumbuh dan menjadi bagian dari profesionalisme guru. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat semangat kolaborasi dan kreativitas, sehingga para pendidik tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga mampu menjadi pelopor inovasi di tengah tantangan pendidikan masa kini. (sr/sbs).
More Stories
Usung Tema Pradipa Nawasina, MATAMUDA MAN 1 Sragen Nyalakan Semangat Generasi Madrasah Berprestasi
Rapat Pembagian Tugas Guru dan Pegawai, MAN 1 Sragen Perkuat Kolaborasi Demi Pendidikan Berkualitas
Seleksi Kelas Khusus KKO, Riset, dan Tahfidz MAN 1 Sragen Jaring Peserta Sesuai Potensi