PROGRAM KETRAMPILAN MAN 1 SRAGEN

(BANTUAN SBSN)

PESERTA DIDIK MAN 1 SRAGEN MEMBELUDAK PASKA PPDB TAHUN PELAJARAN 2020/2021

 

Sejak pertengahan 2019, MAN 1 Sragen resmi menyandang status sebagai MA Plus Keterampilan. Meski demikian, pada awalnya madrasah yang terletak di pusat kota Sragen ini belum memiliki gedung dan fasilitas tersendiri yang dikhususnya untuk program tersebut. Oleh karena itu, adanya bantuan untuk pembangunan gedung keterampilan yang bersumber dari Surat Berharga Syari’ah Negara (SBSN) ini disambut dengan gembira bukan hanya oleh civitas akademika MAN 1 Sragen, namun juga masyarakat sekitar.

Hal ini terbukti dengan peningkatan jumlah pendaftar siswa baru. Jika tahun-tahun sebelumnya pada kisaran 700 pendaftar, tahun ini meningkat menjadi hampir 900an. Sementara kuota yang tersedia hanya 432.

Peningkatan animo tersebut menandakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap MAN 1 Sragen semakin meningkat, terutama setelah adanya program keterampilan dengan fasilitas gedung SBSN tersebut. Hal itu tentu harus dijawab oleh pihak madrasah dengan memberikan pelayanan pembelajaran yang semakin berkualitas.

Meskipun ditengah Pandemi COVID 19, kegiatan pembelajaran dalam jaringan (daring) tetap dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Termasuk guru-guru yang mengampu mapel keterampilan. Sehingga turut mengantarkan siswa siswi MAN 1 Sragen meraih prestasi. Diantaranya yaitu juara 1 dan 3 lomba kaligrafi tingkat propinsi, juara 3 KSM Kimia tingkat propinsi, juara 1 KSM Biologi tingkat kabupaten, juara 1 KSM Kimia Terintegrasi tingkat kabupaten, juara 1 KSM IPS Terpadu Terintegrasi tingkat kabupaten, Juara 1 Seni Karawitan tingkat kabupaten, juara 2 pidato 3 bahasa tingkat kabupaten, dan sederet prestasi lainnya.

Program Keterampilan yang kini menempati gedung megah tersebut bertujuan untuk memberikan bekal kecakapan hidup bagi lulusan yang tidak melanjutkan kuliah, sebagaimana disampaikan Kepala MAN 1 Sragen, Sumiran, Selasa (05/01/2021).

“Alasan lainnya yaitu untuk mengakomodir ketrampilan bawaan siswa, sehingga dapat dikembangkan secara maksimal” lanjutnya.

“Selain itu juga sebagai implementasi pendidikan berbasis masyarakat, yakni dengan mengakomodir kearifan lokal seperti Keterampilan Las, Kerajinan Kulit, Elektro, Tata Busana, tata rias. Juga program yang saat ini berkaitan dengan teknologi diantaranya video editing dan keterampilan lain yang dikembangkan masyarakat sekitar madrasah” pungkasnya (Humas_MAN 1 Sragen)

 

KEGIATAN PROGRAM KETRAMPILAN